ANALISIS BERPIKIR KREATIF SISWA BERKEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA

  • Sunyoto Hadi Prayitno
Keywords: berpikir kreatif, kemampuan matematika, menyelesaikan masalah matematika

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif setiap siswa berbeda-beda. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kemampuan matematika siswa. Berpikir kreatif terdiri dari tiga aspek yaitu kefasihan (fluency) mengacu pada kemampuan siswa saat memberikan berbagai macam jawaban, fleksibilitas (flexibility) mengacu pada kemampuan siswa saat menyelesaikan masalah dengan banyak cara, dan kebaruan (novelty) mengacu pada kemampuan siswa mengajukan suatu masalah yang berbeda dari masalah yang belum pernah diajukan.Tujuan dalam penelitian ini adalah mendiskripsikan berpikir kreatif siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini dilakukan dengan (1) memberikan kemampuan matematika, untuk mencari subyek berkemampuan matematika tinggi, (2) tes penyelesaian masalah matematika, untuk melihat kretaivitas dalam menyelesaikan masalah matematika, dan (3) wawancara untuk melihat secara mendalam kreativitas siswa dan mencocokkan dengan hasil tes. Hasil tes dan wawancara terhadap subyek, terlihat adanya kesesuaian antara hasil tes dengan hasil wawancara, dimana (1) subyek mampu memahami masalah yang ada pada soal dengan menguraikan dan menjelaskan secara rinci informasi yang diketahui dan yang ditanyakan dari soal tersebut, (2) subyek mampu merencanakan penyelesaian yang berbeda-beda dengan menggunakan tiga cara dan tetap bernilai benar, (3) subyek mampu memaparkan dan menjelaskan langkah penyelesaian yang berbeda-beda dengan menggunakan tiga cara yaitu substitusi, eliminasi dan campuran, (4) subyek mampu memeriksa kembali hasil tes yang telah dikerjakan dengan cara membaca ulang apa saja yang diketahui dan yang ditanyakan dan mampu menjelaskan tiga cara penyelesaian yang digunakan. Berdasarkan hasil tersebut terlihat adanya indikator berpikir kreatif, yaitu (1) kefasihan, dimana subyek mampu merencanakan penyelesaian masalah dengan lebih dari satu cara, (2) fleksibilitas, dimana subyek mampu menyelesaikan masalah matematika dengan menggunakan tiga cara sekaligus, menggunakan substitusi, eliminasi, dan campuran, (3) kebaruan, dimana subyek mampu menyelesaikan dengan menggunakan cara yang ketiga yaitu campuran yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa siswa berkemampuan matematika tinggi merupakan siswa yang sangat kreatif.

References

Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan
Siswono, T. Y. E. (2018). Pembelajaran Matematika Berbasis Pengajuan Dan Pemecahan Masalah (Pertama; N. N. M, ed.). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D). Bandung: Alfabeta
Sunendar, A. (2017). Pembelajaran Matematika dengan Pemecahan Masalah. Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics), 2(1), 86–93
Published
2019-12-27
How to Cite
Prayitno, S. (2019). ANALISIS BERPIKIR KREATIF SISWA BERKEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA. National Conference on Mathematics, Science and Education (NACOMSE), 2(1), 1 - 10. Retrieved from http://proceeding.uim.ac.id/index.php/nacomse/article/view/342