POTENSI GENETIK DAN KAJIAN BUDIDAYA GALUR LOKAL KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) Verdc.) MADURA

  • Siti Fatimah Universitas Trunojoyo Madura
  • Sinar Suryawati Universitas Trunojoyo Madura
Keywords: Potensi genetik, budidaya, kacang bambara, Madura

Abstract

Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu daerah sentra penanaman kacang
bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) di Pulau Madura, tepatnya di Dusun CandiTelang,

Gili Timur dan Gili Barat Kecamatan Kamal serta desa Jukong dan desa Labang
Kecamatan Labang. Penelitian ini bertujuan mengkaji budidaya kacang bambara yang
diterapkan di lima desa tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai
melalui wawancara dan pengamatan di lapangan, pada musim tanam tahun 2017. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa waktu penanaman kacang bambara dimulai awal musim hujan
bulan Oktober – Desember pada tahun berjalan dan masa panen dimulai bulan Januari - bulan
Mei pada tahun berikutnya. Terdapat 2 jenis kacang bambara yang ditanam petani, yaitu
kacang bambara dengan tangkai daun berwarna merah dan tangkai daun berwarna hijau yang
ditanam secara bercampur pada satu lahan penanaman. Lima lokasi penelitian cocok untuk
penanaman kacang bambara, tetapi budidaya yang diterapkan masih secara sederhana.
Petani tidak melakukan pengendalian hama penyakit. Hasil kacang bambara di lokasi
penelitian masih rendah (≤ 1-2 ton per ha polong) dan hasil yang diperoleh dijual dalam bentuk
polong segar dengan harga berkisar Rp 7.500 – Rp 10.000 per kg.

Published
2020-02-17