PERSEPSI PETANI TERHADAP POLITISASI ULAMA DI KABUPATEN PASURUAN PADA PILPRES 2019

  • Miftahul Huda Universitas Yudharta Pasuruan
  • M. Dayat Universitas Yudharta Pasuruan
  • M. Hasyim Universitas Yudharta Pasuruan
Keywords: petani, politik, pilpres

Abstract

Dalam kontestasi politik pemilihan presiden 2019 faktanya begitu jelas, bahwa telah terjadi
fenomena politisasi ulama, dimana masing-masing kubu banyak menggunakan istilah dan
melegitimasi peran ulama sebagai magnet politik guna mendapatkan lebih banyak perhatian
dan simpatisan di Negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam ini. Tokoh
agama seringkali diperalat sebagai penyambung lidah penguasa dengan masyarakat. Karena
terdapat keyakinan bahwa tokoh agama memiliki peranan yang sangat besar dalam menarik
perhatian masyarakat dalam berpolitik. Dalam hal ini para ulama memiliki beragam perspektif
dalam menyikapi fenomena tersebut. Meskipun pada intinya ulama atau kiai sebenarnya
memiliki tempat khusus sebagai panutan bagi santri dan masyarakat. Di Pasuruan, Jawa
Timur, misalnya, apa pun yang dikatakan oleh ulama tidak diragukan lagi akan berpengaruh
pada santri dan jama'ah, dan bahkan tanpa harus memperhitungkan baik atau buruknya hal
itu. Secara konseptual, penelitian ini berorientasi pada persepsi petani tentang kiai mursyid
thariqat terhadap fenomena politisasi ulama dalam pemilihan Presiden 2019. Pada
kenyataannya setelah pemilihan presiden masih ada polarisasi antara pendukung dan bahkan
permusuhan dikalangan masyarakat khusunya para petani.

Published
2020-02-19