PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK CAIR Azolla pinnata TERHADAP KEPADATAN Spirulina sp. PADA KULTUR SKALA INTERMEDIATE

  • Maksumil Ahmadi Universitas Islam Madura
  • Doni Ferdiansyah Universitas Islam Madura
  • Endang Tri Wahyuni Universitas Islam Madura
Keywords: Spirulina sp, Azolla pinnata, kepadatan

Abstract

Spirulina sp. merupakan alga hujau berfilamen yang telah diyakini sebagai sumber
pakan alami untuk pembenihan ikan dan udang karena memiliki nilai nutrisi yang tinggi.Kultur
Spirulina sp biasanya menggunakan pupuk komersil (Urea, TSP dan ZA). Bahan tersebut
mudah larut dalam air yang dapat digunakan untuk pertumbuhan Spirulina sp. Penggunaan
pupuk berlebih anorganik ini menghasilkan limbah yang dapat mencemari dan
membahayakan organisme diperairan, oleh karena itu perlu solusi pemakaian pupuk organik
yang memiliki unsur hara makro dan mikro yang tidak berbahaya bagi lingkungan dengan
biaya yang relatif murah dan mudah di peroleh, salah satunya menggunakan media kultur
pupuk organik yang berbahan baku tanaman air yaitu Azolla pinnata(Leksono A.W dkk, 2017).
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pakan Alami Balai Perikanan Budidaya Air Payau
(BPBAP), Situbondo. Dan dilaksanakan mulai Tanggal 12 Februari sampai dengan 25
Februari 2019. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengap (RAL). Dengan 4
perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dengan pemberian pupuk cair Azolla pinnata dengan
dosis yang berbeda, perlakuan A (1,5ml/L), Perlakuan B (2,5 ml/L), perlakuan C (3,5 ml/L) dan
perlakuan D sebagai kontrol yaitu pupuk walne (1ml/L). Hasil ANSIRA kepadatan Spirulina sp.
menunjukan berbeda sangat nyata, kepadatan sel tertinggi pupuk cair Azolla pinnata yaitu
pada perlakuan C (372.43x10
4
sel/ml), perlakuan B (333.30 x10
4
sel/ml), perlakuan A (286.06
x10
4
sel/ml), dan D sebagai kontrol (457.2 x10
4
sel/ml)

Published
2020-02-19