KETAHANAN PANGAN INDONESIA PADA PASAR BEBAS ASEAN

  • Nugrahini Susantinah Wisnujati Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Frensiska Yulanda Putri Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Ratih Hapsari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Monisssa Citrahayu Sumawardani Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Karma Bakti Dakhi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Dwi Nor Hayati Ramadani Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Ina Kusuma Ningrum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Adrian Fahrizal Rizky Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Ardian Kardiono Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Miftahkul Hidayat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Keywords: Ketahanan pangan, ASEAN

Abstract

Kata Ketahanan pangan dicetuskan pada acara World Food Summit pada tahun 1991 oleh
World Food Programme,didefinisikan sebagai kondisi dimana semua orang secara terus menerus,
baik secara fisik, sosial, dan ekonomi mempunyai akses untuk pangan yang memadai/cukup,
bergizi, dan aman, yang memenuhi kebutuhan pangan mereka dan pilihan makanan untuk hidup
secara aktif dan sehat. Akses pangan masyarakat ASEAN, pada item kemampuan mengakses
pangan, maka Indonesia memiliki kemampuan untuk membeli pangan lebih tinggi dibandingkan
dengan negara Vietnam, Negara Thailand menjadi negara yang memiliki kemampuan membeli
pangan paling tinggi. Indonesia adalah negara yang menyediakan variasi pangan paling rendah
dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, pada keamanan pangan ditandai dengan Indonesia
adalah negara yang relatif aman dibandingkan dengan negara Vietnam dan Thailand

Published
2020-02-22