ANALISIS TINGKAT PERTUMBUHAN EKONOMI DAN POTENSI KABUPATEN PAMEKASAN

  • Amanatuz Zuhriyah Universitas Trunojoyo Madura
  • Mustika Tripatmasari Universitas Trunojoyo Madura
Keywords: location quotient, pertumbuhan ekonomi, shift share

Abstract

Perkembangan pembangunan perekonomian regional tergantung pada kondisi dan
potensi sumberdaya yang dimiliki masing-masing daerah. Perbedaan potensi yang dimiliki
menyebabkan setiap daerah memiliki keunggulan yang beranekaragam dan berbeda antara
satu daerah dengan daerah yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran
pertumbuhan ekonomi dan mengidentifikasi sektor-sektor unggulan dan non unggulan di
Kabupaten Pamekasan. Pendekatan yang digunakan dengan menggunakan deskriptif,
metode location quotient dan analisis shift share. Hasil analisis menunjukkan laju
pertumbuhan PDRB Kabupaten Pamekasan berfluktuasi dengan tren menurun sejak tahun
2012, dan mencapai titik terendah tahun 2017, dan kembali meningkat tahun 2018. Terdapat
tiga sektor yang mendominasi perekonomian di Kabupaten Pamekasan yaitu sektor
pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor perdagangan besar dan eceran dan sektor
konstruksi. Kontribusi masing-masing sektor terhadap PDRB ADHB tahun 2018 sebesar
32,71 persen untuk sektor pertanian, diikuti sektor perdagangan besar dan eceran sebesar
21,23 persen serta sektor konstruksi sebesar 10,81 persen.Berdasarkan analisis LQ, tiga
sektor basis yang potensial dan dapat diandalkan Kabupaten Pamekasan adalahsektor
administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan rata-rata LQ 3,06,
Diikuti sektor pertanian, kehutanan dan perikanan rata-rata LQ 2,69, kemudian sektor jasa
pendidikan rata-rata LQ 1,68. Sementara hasil analisis shift share menunjukkan Kabupaten
Pamekasan memiliki 11 sektor dalam PDRB yang kompetitif dibandingkan dengan sektor
yang sama di Provinsi Jawa Timur, dua sektor yang memiliki tingkat kekompetitifan
(differential shift) paling tinggi adalah sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil
dan motor dan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Published
2020-02-22