ANALISIS FITOKIMIA EKSTRAK DAUN KELOR ( Moringa oleifera Lamk ) DI MADURA

  • Catur Wasonowati Universitas Trunojoyo Madura
  • Endang Sulistyaningsih Universitas Gadjah Mada
  • Didik Indradewa Universitas Gadjah Mada
  • budiastuti kurniasih Universitas Gadjah Mada
Keywords: Daun, Fitokimia, lokasi, moringa oleifera

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk) merupakan tanaman yang mengandung berbagai
bahan aktif seperti tanin, steroid, triterpenoid, flavonoid, dan memiliki berbagai manfaat
potensial. Tanaman ini banyak tumbuh di Madura yang beriklim kering yang dibudidayakan
dengan cara semi intensif ditanam di tegalan, pekarangan, pematang dan sawah. Aksesi
kelor yang tumbuh di Madura ada dua macam berdasarkan warna tangkainya yaitu hijau
dan merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen fitokimia ekstrak
daun kelor dengan warna tangkai dan lokasi tanam yang berbeda. Komponen yang
ditemukan dalam ekstrak menurut hasil penelitian yang dilakukan adalah alkaloid,
triterpenoid, steroid, saponin dan quinon. Ekstrak daun kelor dengan tangkai daun dan
lokasi tanam yang berbeda mengandung alkaloid, triterpenoid, steroid, saponin dan quinon
yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan dan bahan herbal. Kandungan kuersetin daun
kelor di Bluto pada musim kemarau lebih tinggi daripada di Guluk-guluk, sedangkan kelor
dengan tangkai warna hijau sama dengan ungu. Pada musim penghujan kandungan
tertinggi adalah kelor dengan tangkai ungu yang ditanam di Bluto

Published
2020-02-26