PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI KERUPUK DALAM LEGALISASI PRODUK LOKAL GUNA MENINGKATKAN PENJUALAN DI DESA ROMBUH KEC. PALENGAAN KAB. PAMEKASAN

  • Moh Holifi Universitas Islam Madura
Keywords: Home Industri, Legalisasi, Produk Lokal

Abstract

Rombuh adalah salah satu desa yang terletak di kacamtan palengaan, kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur yang di huni oleh penduduk secara keseluruhan berjumlah 3.875 Orang dengan rincian jenis kelamin Laki-laki berjumlah 1.872, dan jenis kelamin Perempuan berjumlah 2.003. dengan jumlah kepala keluarga berjumlah 1.367. Sedangkan mata pencaharian masyarakat di desa Rombuh bermacam-macam yang terdiri dari pegawai negeri dan swasta. Adapun jumlah pegawai negeri sipil berjumlah 20 orang, sedangkan POLRI/TNI berjumlah 6 orang, dan pegawai swasta berjumlah 150 orang. Masyarakat yang mata pencahariannya  berdagang lebih mendominasi, di desa Rombuh masyarakat yang mata pencahariannya dengan bertani atau bercocok tanam menempati urutan yang yang ke dua setelah berdagang. Masyarakat yang bekerja di bidang pertukangan berjumlah 35 orang, sedangkan yang berstatus TKI dan TKW berjumlah 324 orang.  Masyarakat yang pensiun di desa Rombuh  berjumlah 68 orang. Sedangkan kecenderungan mata pencaharian masyarakat mayoritas pedagang dengan jumlah 1.924 orang. Untuk sementara ini dari data yang kami himpun untuk masyarakat yang migran masih 8 orang. Home industri di kecamatan palengaan terbilang bagus sekalipun jumlahnya masih terbilang sedikit, namun masyarakat di sana sangat antusias untuk melegalkan produk yang mereka geluti agar mampu bersaing di pasar  tradisional, nasional bahkan internasional. ada salah satu produk di desa ini yang sudah GO Internasional namun kurang dikenal oleh masyarakat di wilayahnya, serta tidak terdaftar sebagai produk resmi (ilegal). Maka dari itu Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Madura 2019 memiliki inisiatif untuk membantu melegalkan produk tersebut dengan mengurus surat Izin Usaha Masyarakat (IUMK) serta mempromosikan produk tersebut pada masyarkat di seluruh wilayah Pamekasan, nasional bahkan internasional

Published
2019-11-13