PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI KELOMPOK TANI RUKUN SEJAHTERA DESA BUALO, KABUPATEN BOALEMO

  • Nurdin Nurdin Universitas Negeri Gorontalo
  • Fitriah S. Jamin Universitas Negeri Gorontalo
  • Siswatiana R. Taha Universitas Negeri Gorontalo
  • Amelia Murtisari Universitas Negeri Gorontalo
Keywords: Pengetahuan, ketrampilan, petani, pupuk, organik

Abstract

Pemberdayaan petani merupakan salah satu upaya untuk menjadikan petani lebih berdaya dan mengurangi ketergantungan terhadap subsidi pemerintah serta meningkatkan partisipasinya dalam pembangunan, tetapi sering sulit dijalankan karena tingkat pengetahuan dan ketrampilan petani masih rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan petani tentang pupuk organik, dan (2) meningkatkan ketrampilan petani dalam pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli 2019 di Kelompok Tani Rukun Sejahtera Desa Bualo Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Kegiatan ini berupa pelatihan pembuatan pembuatan pupuk organik yang dilakukan melalui ceramah dan praktek (demonstrasi). Sebelum dan sesudah pelatihan, dilakukan tes tingkat pengetahuan tentang pupuk organik dengan menggunakan kuisioner kepada peserta pelatihan. Penilaian pengetahuan peserta didasarkan pada lima item pertanyaan, yaitu: 1). Pengetahuan tentang pupuk organik; 2). Penggunaan pupuk organik; 3). Sumber bahan pupuk organik; 4). Kandungan hara dalam pupuk organik; dan 5). Jenis pupuk organik. Jumlah peserta pelatihan adalah 25 orang yang semuanya dijadikan sampel. Analisis data meliputi: analisis validitas, reliabilitas, dan analisis tabel menggunakan software SPSS 23. Tingkat pengetahuan peserta dilakukan dengan analisis skor terhadap jawaban pertanyaan menggunakan Skala Likert dan digambarkan dalam garis continuum. Praktek pembuatan pupuk organik dilakukan dengan pendekatan learning by doing. Bahan yang digunakan meliputi: limbah jagung, bungkil kakao, feases, urin, EM4, gula dan air. Limbah jagung dan bungkil kakao dicacah dengan mesin copper, kemudian semua bahan dicampur dan diaduk dalam bak fermentasi sampai merata dan percikkan dengan air sampai lembab merata serta ditutup dengan terpal dan dibiarkan selama 2-3 minggu untuk proses fermentasi dan pengomposan. Hasil kegiatan menunjukkan sebelum pelatihan, mayoritas peserta pelatihan (76,0%) tidak tahu tentang pupuk organik, sedangkan setelah pelatihan dan prektek pembuatan pupuk organik, mayoritas peserta pelatihan (88,6%) sudah tahu tentang pupuk organik dan cara pembuatannya. Tingkat ketrampilan petani dalam pembuatan pupuk organik juga telah meningkat yang ditunjukkan oleh indikator kemampuan mengoperasikan perangkat mesin pencacah, kemampuan memformulasikan dosis atau takaran bahan baku pupuk berupa larutan EM4+molase+air, kemampuan mencampuradukan bahan-bahan pupuk organik secara merata, dan kemampuan mengidentifikasi keberhasilan pupuk organik yang dibuat.

Published
2019-11-13