PEMANFAATAN BIOGAS DARI KOTORAN SAPI UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PLUS DI DESA KALIPUCANG KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN

  • Nove Kartika Erliyanti Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Soemargono Soemargono Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
Keywords: biogas, lumpur, mikroorganisme lokal, pupuk organik

Abstract

Desa Kalipucang mempunyai komoditas yang cukup beragam mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan. Mata pencaharian utama di Desa Kalipucang adalah petani dan peternak, sehingga keberadaan hewan terutama sapi terbilang banyak. Jumlah sapi yang banyak menyebabkan melimpahnya biogas di setiap rumah penduduk. Limpahan biogas yang berupa lumpur belum dimanfaatkan secara optimal. Lumpur biogas mempunyai potensi digunakan sebagai pupuk organik. Penduduk desa Kalipucang selama ini sebagian besar masih menggunakan pupuk kimia sehingga hasil pertanian mengalami penurunan. Tujuan dari program ini adalah memanfaatkan lumpur biogas sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik dengan penambahan mikroorganisme lokal. Solusi yang ditawarkan kepada mitra adalah penerapan teknologi tepat guna, memberikan pemahaman, pelatihan pembuatan pupuk organik, dan pengaplikasian pupuk organik yang memiliki keunggulan dan keunikannya dengan penambahan hormon tanaman (ZPT) yang berasal dari Mikroorganisme Lokal (MOL). Metode yang digunakan adalah melakukan pendekatan pada mitra BUMDes dan kelompok tani untuk penjadwalan dan waktu pelaksanaan penerapan IPTEKS, membuat skema urutan pelaksanaan program, pemetaan tempat produksi pupuk organik, dan pembuatan MOL sebagai bahan penumbuh tanaman yang akan ditambahkan ke dalam pupuk organik. Hasil dari program ini adalah terwujudnya kelompok tani yang mandiri dalam pembuatan dan penerapan pupuk organik. Para petani setelah mendapatkan program ini menggunakan pupuk organik untuk memupuk tanaman mereka.

Published
2019-11-15