PELATIHAN MENAJEMEN STRATEGI PONDOK PESANTREN DALAM MEMBENTUK LIFE SKILL DI PONDOK PESANTREN AS-SYAHIDUL KABIR, SUMBER BATU, BLUMBUNGAN PAMEKASAN

  • Moh. Soheh Universitas Islam Madura
  • Sitti Mukamilah Universitas Islam Madura
  • Ahmad Ahmad Universitas Islam Madura
Keywords: Manajement, Life skill

Abstract

Kata pesantren berasal dari bahasa sansekerta yang memperoleh wujud dan pengertian tersendiri dalam bahasa Indonesia. Asal kata san berarti orang baik (laki-laki) disambung tra berarti suka menolong, santra berarti orang baik-baik yang suka menolong. Adapun tujuan pengembangan pesantren adalah mengintegrasikan pengetahuan agama dan non-agama, sehingga lulusannya memiliki kepribadian yang utuh dan komprehensif. Akhirnya, outputnya adalah manusia yang mampu memandang jauh ke depan sekaligus memiliki keterampilan praktisPesantren berarti tempat untuk membina manusia menjadi orang baik. Keunggulan SDM yang ingin dicapai pondok pesantren adalah terwujudnya generasi muda yang berkualitas tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif dan psikomotorik, tetapi memandang tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa dan upaya dalam penguasaan sains-teknologi untuk turut memelihara momentum pembangunan, muncul pemikiran dan gagasan untuk mengembangkan pondok pesantren  sekaligus  sebagai  wahana  untuk  menanamkan  apresiasi,  dan  bahkan  bibit-bibit keahlian dalam bidang keterampilan yang merupakan bagian dari life skill. Tujuan pendampingan ini untuk memberikan tambahan ilmu tentang manajemen pendidikan pesantren berbasis life skill di pondok pesantren As Syahidul Kabir Sumber Batu Blumbungan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan. Kegiatan keberlanjutan dari pendampingan ini yaitu berupa peningkatan SDM yaitu terbentuknya manajemen pengelolaan pondok pesantren yang lebih baik di PP. As Syahidul Kabir dengan menerapkan manajemen pendidikan berbasis life skill.

Published
2019-11-20