URBAN FARMING KELOMPOK WANITA TANI FLAMBOYAN BERBASIS HIDROPONIK DAN VERTIKULTUR

  • Wanti Mindari UPN Veteran Jawa Timur
  • Widi Wurjani
  • Rahayu Anggraeni
Keywords: lahan sempit, tanah, air, hidroponik, vertikultur

Abstract

Sebagian besar warga adalah pensiunandengan pendidikan beragam mulai SD hingga sarjana. Kekurangan pengetahuanyatentang urban farming mendorong kita untuk merancang kegiatan urban farming. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan warga Rungkut Tengah Surabaya dalam berurban farming dan bisa menjadi tempat pembelajaran warga sekitar agar bisa mengelola lingkungan yang baik dan benar. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pendampingan, dan monitoring. Macam kegiatan meliputi tanam vertikultur, hidroponik, formulasi pupuk, formulasi media tanam, dan daur ulang limbah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan dan ketrampilan warga meningkat dan akvititas warga  meningkat antara 40-60 %, yang meliputi  penyiapan media tanam dan mengaplikasikan berbagai model tanam vertikultur dan hidroponik. Tanam vertikultur sayuran bisa menghemat ruang dibanding tanam horisonal. Hidroponik vertikultur dengan cara mensirkulasi air yang mengandung nutrisi lebih menghemat ruang dibanding yang horisonal. Daur ulang limbah organik menjadi pupuk cair dan mol untuk merawat tanaman bisa mengurangi kebuthan pupuk. Daur ulang limbah nonorganik menjadi tempat tanam bisa mengurangi pembelian pot. Kendala kegiatan urban farming keterbatasan di musim kemarau yang panjang adalah irigasi. Sehingga hidroponik air menjadi solusi alternatif di musim kemarau.

Published
2019-11-21