ANALISIS PERBEDAAN TAKSIRAN RESIKO BMT DAN PEGADAIAN (Studi Pada BMT Ummi Dan PT. Pegadaian (Persero) Unit Pelayanan Gadai Syariah Cabang Pamekasan)

  • Masduqi Muntaha Universitas Islam Madura
  • Agus Sugiono Universitas Islam Madura
  • Ach Baihaki Universitas Islam Madura
Keywords: Resiko, BMT, Pegadaian

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan taksiran resiko di BMT dan Pegadaian.
metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan sumber data
menggunakan data primer. Hasil penelitian menunujukkan bahwa resiko pembiayaan adalah resiko
tidak dikembalikannya pembiayaan yang diberikan (Kredit macet). Untuk memitigasi agar tidak
terjadi Kredit macet, Pegadaian menerapkan nilai taksiran sebesar 95%, serta adanya perjanjian
perikatan yang dilakukan di depan notaris. Sedangkan BMT memberikan nilai taksiran jauh lebih
rendah yaitu sebesar 85%, dan tidak dilakukan perikatan di depan notaris. Dalam hal penetapan
nilai taksiran, BMT lebih ketat. Tetapi dalam hal keterjaminan hukum ketika terjadi tindakan,
secara hukum Pegadaian lebih ketat melalui perikatan di depan notaris. Dalam hal resiko pasar
Pegadaian mampu menghadirkan jumlah realisasi pinjaman lebih besar dibandingkan BMT.
Resiko operasional Pegadaian mempunyai SOP lebih lengkap, Berbeda dengan BMT, meskipun
SOPnya kurang lengkap akan tetapi kelebihan SOP BMT lebih sederhana dibandingkan Pegadaian
karena BMT hanya melayani anggota.

Published
2020-07-20